PILIH MUDIK ATAU LEBARAN DI PESANTREN?

0

Asnawiyyah.or.id – Pagi ini (20/06) para santri Program Tahfidz sudah diperbolehkan pulang ke rumahnya masing-masing, mereka diperbolehkan pulang setelah Orang Tua atau Wali Santri mereka sowan untuk minta ijin kepada Pengasuh Pondok Pesantren, namun tidak semua santri pulang kampung alias mudik, masih beberapa santri yang tetap bertahan di Pesantren ingin merasakan suasana lebaran di pondok atau memang ingin berhidmat kepada Kyai.

Kendaraan bermotor, baik roda empat maupun dua sudah mulai terparkir di halaman utama Pesantren Asnawiyyah. Terlihat beberapa santri menenteng tas besar atau ransel berat keluar Pesantren Asnawiyyah. Tak jarang terlihat pula, beberapa santri yang masih santai menikmati hari-hari di pondok, bersih-bersih kamar atau hanya sekedar bercanda-gurau.

Mudik Santri PPTQ Asnawiyyah Pilangwetan Kebonagung Demak
Mudik Santri PPTQ Asnawiyyah

Sebelumnya, para santri Non-Tahfidz sudah terlebih dahulu diperbolehkan pulang (15/06), setelah mereka mengikuti seremonial penutupan program Ramadhan Fil Ma’had (RFM). Di Asnawiyyah memang ada 2 (dua) gelombang jadwal “Mudik Santri”, hal tersebut berdasarkan kategori santri Tahfidz dan Non Tahfidz, santri Non Tahfidz dijadwalkan pulang terlebih dahulu sedangkan Santri Tahfidz masih ada kegiatan “setoran” Qur’an kepada Ibu Nyai.

Suatu perasaan yang tidak bisa tergambar dari dalam hati mereka betapa bahagianya bisa melihat sanak-saudara di kampung halaman, “Lama sudah tidak pulang, rasanya tidak sabar banget untuk ketemu keluarga dan teman-teman di Jember”, ungkap Tsabita Sani santri kelas 8 MTs Asal Jember dengan nada semangat.

Namun ungkapan berbeda bagi santri luar Jawa yang belum bisa pulang ke kampung halaman, “Ini Tahun ke-3 saya tidak pulang, tidak lebaran di kampung, karena abah di rumah sudah berpesan untuk lebaran di Pesantren saja, untuk menguji kesabaran juga khidmat kepada Kyai”, tutur Yani dengan mata berkaca-kaca, santri takhasus asal Gunung Terang, Air Hitam, Lampung Barat.

Banyak hal yang menjadi alasan untuk pulang langsung (mudik) atau tetap berada di pesantren dan merayakan lebaran di sana. Berbagai alasan tentunya adalah sebuah pilihan yang dipertimbangkan panjang. Bertemu keluarga adalah kebahagiaan, menguji kesabaran juga perlu dilakukan untuk meningkatkan ketahanan diri terlebih bisa khidmat kepada kyai di hari nan fitri. Selamat bertemu keluarga bagi yang pulang. Selamat menikmati liburan di pondok bagi yang menetap. Akhirnya kami segenap tim admin asna cyber mengucapkan Kullu ‘amin wa antum bi khair, minal ‘aidzin wal fazin , mohon maaf lahir dan batin. (Mumtaza)

 

 

You might also like More from author

Leave A Reply

Your email address will not be published.