ISRA’ MI’RAJ PPTQ ASNAWIYYAH: “SHOLAT MERUPAKAN SARANA TERPENTING GUNA MENYUCIKAN JIWA DAN MEMELIHARA ROHANI”

0

www.asnawiyyah.or.id – Lantunan sholawat kepada Nabi Muhammad SAW berlangsung khidmat mengisi pra acara dalam rangka peringatan isro’ mi’roj di Aula Multimedia Pondok Pesantren Tahfidz Al-Quran Asnawiyyah Pilangwetan, Kebonagung, Demak Selasa malam (25/4).  Acara rutin tahunan tersebut dimeriahkan oleh grup rebana Az-Zahra yang malam itu mampu menyihir para santri ikut menyatu melantunkan sholawat kepada Sang Rasul.

“Acara Peringatan Isro’ mi’roj ini diadakan untuk mengingat perjuangan rasulullah dalam perjalanan dari Masjidil Haram menuju Masjidil Aqsa, kemudian dari Masjidil Aqsa naik menuju Sidratil Muntaha, dari peristiwa tersebut maka ditentukanlah waktu sholat yang dari 50 waktu menjadi  5 waktu dalam sehari, dengan ini semoga menjadikan kita agar tambah kuat iman, islam, & ihsan kita dan tentu selalu mengingat Allah dan rasulnya”. Tutur ketua Pondok Pesantren, Bidyiah Utami dalam sambutannya.

Isra' Mi'raj Nabi Muhammad SAW di PPTQ Asnawiyyah Pilangwetan Kebonagung Demak
   Bidyiah Utami dalam sambutan Ketua Pondok

Dalam kesempatan malam itu peringatan Isro’ Mi’raj selaku pengisi Mauidhotul Hasanah dipercayakan kepada Santri bernama Fatckia Waqfi Arifah, santri Asal Plamongan Semarang, kelas 11 IPA MA Yasua Pilangwetan. Pemilihan Santri sebagai pengisi utama acara bertujuan untuk melatih mental serta pengetahuan santri dalam bidang Dakwah.

Dalam penjelasannya Fatckia mengatakan “ Mengapa isro’ mi’roj terjadi ? pertama, ditemukan petunjuk sholat 5  waktu karena sholat merupakan sarana terpenting guna menyucikan jiwa dan memelihara rohani. Kedua, petunjuk lain ditemukan dalam rangka pembangunan manusia seutuhnya dan masyarakat adil dan makmur, dengan adanya peristiwa isro’ mi’roj ini semoga kita mampu menangkap gejala dan menyuarakan keyakinan tentang adanya roh intelektualitas  Yang Maha Agung, Tuhan Yang Maha Esa, di alam semesta ini serta mampu merumuskan kebutuhan umat manusia untuk memuja-Nya sekaligus mengabdi kepada-Nya” Tuturnya dalam mengisi Mauidloh Hasanah.

Setelah berlangsung kurang lebih dua jam dengan khidmat, acara tersebut ditutup dengan do’a pengharapan oleh pembicara yang diamini oleh semua santri. (Fat, Wir, Ain)

You might also like More from author

Leave A Reply

Your email address will not be published.